Senin, 12 Maret 2018

Mengapa kegiatan bisnis perlu beretika ? dan Bagaimana berbisnis dengan etis?


Mengapa kegiatan bisnis perlu beretika ?

Dalam sistem perekonomian perusahaan akan cenderung mendapatkan keuntungan semaksimal mungkin. Namun dalam mencapai  tujuan tersebut pebisnis sering kali menghalalkan berbagain macam cara tanpa memperdulikan apakah tindakanya melanggar etika. Nah oleh karena itu kegiatan bisnis perlu beretika ? Kerena pada dasarnya kegiatan bisnis pasti berhubungan dengan masyarakat, diharapkan pebisnis akan selalu mengutamakan etika tinggkat tinggi dan menjujung tinggi jiwa sosial kepada masyarakat disekitar perusahaan.
Apabila perusahaan dan pekerja yang gagal memenuhi keinginan/permintaan publik akan jadi sorotan, dikritis dan dihukum. Berdasarkan dimensi etika bisnis, perusahaan sabagai agen moral harus menerapkan perilaku etis dalam melaksanakan bisnisnya. Mengapa bisnis harus etis?Menurut Post et all (2002) setidaknya ada tujuh  alasan mengapa perusahaan menjalankan bisnis secara etis,  yaitu :
1)    Meningkatnya harapan publik agar perusahaan menjalankan bisnisnya secara etis. Perusahaan yang tidak berhasil dalam menjalankan bisnisnya secara etis akan mendapat sorotan, kritik, bahkan hukuman.
2)    Agar  prusahaan tidak  melakukan berbagai tindakan  yang  membahayakan stakeholder lainnya.
3)    Penerapan etika bisnis perusahaan dapat meningkatkan kinerja perusahaan. Hal ini dapat dicapai melalui terjadinya penurunan resiko korupsi, manipulasi, penggelapan,dan berbagai bentuk perilaku tidak etis lainnya.
4)    Penerapan etika bisnis seperti kejujuran, menepati janji, dan menolak suap dapat meningkatkan kualitas hubungan bisnis di antara dua pihak yang melakukan hubungan bisnis.
5)    Agar perusahaan terhindar dari penyalah-gunaan yang dilakukan karyawan maupun kompetitor yang bertindak tidak etis.
6)    Penerapan etika perusahaan secara baik di dalam suatu perusahaan dapat menghindarkan terjadinya pelanggaran hak-hak pekerja oleh pemberi kerja (employers).
7)    Mencegah agar perusahaan (yang diwakili para pemimpinnya) tidak mendapatkan sangsi hukum yang disebabkan menjalankan bisnis secara tidak etis.

Dari pemaparan diatas dapat disimpulkan bahwa kegiatan bisnis perlu dimiliki setiap pebisnis. Tidak hanyak pebisnis dalam kehidupan sehari-hari semua orang perlu menanamkan nilai-nilai etis bisnis sedini mungkin, baik jalur formal, non formal, maupun infomal. Dalam menjalankan secara etis, menjunjung tinggi dan terhindar dari hal yang negatif maka tidak akan ada pihak yang merasa dirugikan.

Bagaimana berbisnis dengan etis?

Dalam berbisnis para pelaku bisnis harus memiliki jiwa etis dan rasa tanggung jawab sosial. cara menciptakan etika bisnis, menurut Dalimunthe (2004) menganjurkan untuk memperhatikan beberapa hal sebagi berikut:

·         Pengendalian diri
·         Pengembangan tanggung-jawab sosial
·         Mempertahankan jati diri
·         Menciptakan persaingan yang sehat
·         Menerapkan konsep pembangunan Berkelanjutan
·         Menghindari sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi dan Komisi)
·         Mampu menyatakan yang benar itu benar
·         Menumbuhkan sikap saling percaya antar para pengusaha
·         Konsekuen dan konsisten dengan aturan main bersama
·         Memelihara kesepakatan
    
             Jadi untuk memiliki etika harus dimulai dari diri sendiri. Pebisnis juga memiliki tanggung jawab kepada masyarakat antara lain ada 3 hal menurut Post, et al (2002) yaitu 1. Economics responsibility, 2. Legal responsibility, 3. Social responsibility. Selain itu pergaulan bisnis yang perlu memperhatikan hubungan antara bisnis dengan konsumen, hubungan manajer dengan karyawan, hubungan antar pebisnis, hubungan dengan investor, hubungan dengan pemerintah. Hubungan-hubungan tersebut mempunyai etika atau memiliki aturan untuk berinteraksi, sehingga pebisnis mempunyai keahlian untuk memposisikan diri dan beretika yang baik dan benar.





Daftar Pustaka

Post, James E (2002), Business and Society. McGraw-Hill Companes, Inc. North America
Maroah, Siti. 2008. Pendidikan Etika Bisnis untuk Meningkatkan Kesadaran. Surabaya. Balance Economics, Bussiness, Management and Accounting Journal Th. V No. 8 Jan 2008. Published by Faculty of Economic Muhammadiyah Surabaya ISSN 1693-9352



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

UAS HUKUM DAN ETIKA BISNIS

UJIAN AKHIR SEMESTER HUKUM DAN ETIKA BISNIS Nama : Nanin Hardiyanti NIM      : 16032100061 Kelas   : A KASUS 1. Adanya...