Mengapa
kegiatan bisnis perlu beretika ?
Dalam sistem perekonomian perusahaan
akan cenderung mendapatkan keuntungan semaksimal mungkin. Namun dalam
mencapai tujuan tersebut pebisnis sering
kali menghalalkan berbagain macam cara tanpa memperdulikan apakah tindakanya
melanggar etika. Nah oleh karena itu kegiatan bisnis perlu beretika ? Kerena pada
dasarnya kegiatan bisnis pasti berhubungan dengan masyarakat, diharapkan
pebisnis akan selalu mengutamakan etika tinggkat tinggi dan menjujung tinggi
jiwa sosial kepada masyarakat disekitar perusahaan.
Apabila perusahaan
dan pekerja yang gagal memenuhi keinginan/permintaan
publik akan
jadi
sorotan, dikritis dan dihukum. Berdasarkan
dimensi etika bisnis, perusahaan sabagai agen moral harus menerapkan perilaku etis dalam melaksanakan bisnisnya. Mengapa bisnis harus etis?Menurut Post et all (2002) setidaknya ada tujuh
alasan
mengapa perusahaan menjalankan bisnis secara etis,
yaitu :
1) Meningkatnya harapan publik agar perusahaan menjalankan bisnisnya secara etis. Perusahaan yang
tidak berhasil dalam menjalankan bisnisnya secara etis
akan
mendapat sorotan, kritik, bahkan hukuman.
2) Agar prusahaan tidak melakukan berbagai tindakan yang
membahayakan stakeholder lainnya.
3) Penerapan etika bisnis perusahaan dapat meningkatkan kinerja perusahaan.
Hal ini dapat dicapai melalui terjadinya penurunan resiko korupsi, manipulasi, penggelapan,dan berbagai bentuk perilaku tidak etis lainnya.
4) Penerapan etika bisnis seperti kejujuran, menepati janji, dan menolak suap
dapat
meningkatkan kualitas hubungan bisnis di antara dua pihak yang melakukan hubungan bisnis.
5) Agar
perusahaan terhindar dari penyalah-gunaan yang dilakukan karyawan maupun kompetitor yang bertindak tidak etis.
6) Penerapan etika perusahaan secara baik di dalam suatu perusahaan dapat
menghindarkan
terjadinya pelanggaran hak-hak pekerja oleh pemberi
kerja (employers).
7) Mencegah agar perusahaan
(yang diwakili para pemimpinnya) tidak mendapatkan sangsi hukum yang disebabkan
menjalankan bisnis secara tidak etis.
Dari pemaparan diatas dapat
disimpulkan bahwa kegiatan bisnis perlu dimiliki setiap pebisnis. Tidak hanyak
pebisnis dalam kehidupan sehari-hari semua orang perlu menanamkan nilai-nilai
etis bisnis sedini mungkin, baik jalur formal, non formal, maupun infomal.
Dalam menjalankan secara etis, menjunjung tinggi dan terhindar dari hal yang
negatif maka tidak akan ada pihak yang merasa dirugikan.
Bagaimana
berbisnis dengan etis?
Dalam berbisnis para pelaku bisnis harus memiliki jiwa etis dan rasa
tanggung jawab sosial. cara menciptakan etika bisnis, menurut
Dalimunthe (2004)
menganjurkan untuk
memperhatikan beberapa hal sebagi berikut:
·
Pengendalian diri
·
Pengembangan tanggung-jawab sosial
·
Mempertahankan jati diri
·
Menciptakan persaingan yang sehat
·
Menerapkan konsep pembangunan Berkelanjutan
·
Menghindari sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi dan Komisi)
·
Mampu menyatakan yang benar itu benar
·
Menumbuhkan sikap saling percaya antar para pengusaha
·
Konsekuen dan konsisten dengan aturan main bersama
·
Memelihara kesepakatan
Jadi untuk memiliki etika harus dimulai dari
diri sendiri. Pebisnis juga memiliki tanggung jawab kepada masyarakat antara
lain ada 3 hal menurut Post, et al (2002) yaitu 1. Economics responsibility, 2. Legal responsibility, 3. Social responsibility.
Selain itu pergaulan bisnis yang perlu memperhatikan hubungan antara bisnis
dengan konsumen, hubungan manajer dengan karyawan, hubungan antar pebisnis,
hubungan dengan investor, hubungan dengan pemerintah. Hubungan-hubungan
tersebut mempunyai etika atau memiliki aturan untuk berinteraksi, sehingga
pebisnis mempunyai keahlian untuk memposisikan diri dan beretika yang baik dan
benar.
Daftar
Pustaka
Post, James E (2002), Business and Society.
McGraw-Hill Companes, Inc. North America
Maroah, Siti. 2008. Pendidikan
Etika Bisnis untuk Meningkatkan Kesadaran. Surabaya. Balance Economics, Bussiness,
Management and Accounting Journal Th. V No. 8 Jan 2008. Published by
Faculty of Economic Muhammadiyah Surabaya ISSN 1693-9352
Tidak ada komentar:
Posting Komentar