Rabu, 18 April 2018

Analisis Kerjasama Crab dan Uber


Analisis Kerjasama Crab dan Uber

Uber merupakan perusahaan rintisan dan perusahaan jaringan transportasi asal San Francisco, California, yang menciptakan aplikasi mobile penyedia transportasi yang menghubungkan penumpang dengan sopir kendaraan sewaan serta layanan tumpangan.Uber mulai beroperasi di Indonesia sejak pertengahan tahun 2014. Sejak kemunculannya banyak timbul kontroversi mengenai aspek perpajakan Uber karena Uber sendiri merupakan aplikasi berbasis teknologi sehingga terdapat perdebatan apakah Uber harus membayar pajak atau tidak baik oleh perusahaan Uber sendiri yang berbasis di Amerika maupun olehpengemudi Uber.
Perusahaan penyedia teknologi penyedia jasa transportasi daring Uber resmi diakuisisi kompetitornya yaitu Grab pada tanggal 26 Maret 2018. Melalui kesepakatan tersebut, semua aset serta pangsa pasar Uber yang ada di Asia Tenggara akan dikuasai Grab dan menjadikannya sebagai pemain di bisnis transportasi daring terbesar untuk kawasan tersebut. Sebagai bagian dari akusisi, Uber akan memiliki 27,5 persen saham di Grab dan Dara Khosrowshahi selaku CEO Uber akan bergabung dengan dewan direksi Grab. Pada sisi teknis, semua aset dan aspek operasional Uber di negara tempat mereka beroperasi sebelumnya untuk kawasan Asia Tenggara akan dialihkan ke Grab. Negara yang dimaksud adalah Kamboja, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Dalam waktu dekat, Grab dan Uber akan bekerja sama untuk migrasi mitra pengemudi, penumpang, pelanggan, rekanan pengantaran, hingga merchant yang ada di aplikasi Uber ke aplikasi Grab.
Aplikasi Uber sementara masih beroperasi hingga dua pekan ke depan dan pihak Grab menyertakan informasi lebih lanjut untuk keberlangsungan status mitra Uber yang akan pindah ke Grab melalui laman www. grab.com/id/comingtogether. Tahun depan, Uber berencana untuk melantai di bursa alias melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO). Oleh karena itu, Uber membenahi sektor bisnisnya dengan fokus pada kawasan yang berkinerja baik saja. Sebelumnya, Uber juga telah menjual kepemilikan sahamnya di China kepada Didi Chuxing, sebuah perusahaan teknologi penyedia jasa transportasi. Uber pun tercatat menjual bisnisnya kepada perusahaan teknologi asal Rusia, Yandex. Khosrowshahi pernah mengungkapkan, dengan menarik diri dari pasar di Asia Tenggara, Uber dapat meningkatkan profit mereka dari yang sebelumnya merugi hingga 10,7 miliar dolar AS selama sembilan tahun terakhir. Khosrowshahi juga memberi sinyal kemungkinan Uber akan fokus pada Jepang dan India untuk pasar di Asia.

Kesimpulan   :
Berdasarkan hasil analisis tersebut dapat diketahui bahwa Crab dan Uber termasuk kerjasama Akuisi. Akuisisi merupakan cara pengembangan perusahaan yang sudah ada atau menyelamatkan perusahaan yang sedang mengalami kesulitan dana. Dengan kata lain, akuisisi adalah menerima, memperoleh, menguasai perusahaan lain, atau tindakan pengambilalihan (take over) kepemilikan suatu perusahaan melalui pembelian saham suatu perusahaan sehingga perusahaan pengakuisisi memiliki suara mayoritas. Dalam hal ini Crab mengambil alih semua semua pangsa pasar di Asia Tenggara karena pemasarannya kurang dan menjadikannya usaha transportasi.

Sumber          :
Poetra, Adrian Donnal. 2018. Grab Akuisisi Uber, Ini Dampaknya bagi Penumpang dan Mitra Pengemudi, https://ekonomi.kompas.com (Diakses 18 April 2018)
           


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

UAS HUKUM DAN ETIKA BISNIS

UJIAN AKHIR SEMESTER HUKUM DAN ETIKA BISNIS Nama : Nanin Hardiyanti NIM      : 16032100061 Kelas   : A KASUS 1. Adanya...